Komunikasi Persuasif Das’ad Latif, Habib Ja’Far, dan Gus Miftah Dalam Berdakwah Di YouTube

Penulis pertama, Kurniawaty Yusuf and Penulis kedua, Lina Anggraeni Komunikasi Persuasif Das’ad Latif, Habib Ja’Far, dan Gus Miftah Dalam Berdakwah Di YouTube. [Kinerja Dosen]

[img] Text
Adopted.Komunikasi Persuasif Dasad Latif, Habib JaFar, dan Gus Miftah.pdf

Download (938kB)

Abstract

Kemunculan da’i muda di Indonesia yang memanfaatkan media sosial YouTube sebagai sarana dalam menyiarkan Islam, memudahkan umat islam untuk menambah pemahaman dan pengetahuan mengenai agama islam. Da’i Das’ad Latif, Habib Ja’far, dan Gus Miftah merupakan potret da’i muda yang melakukan hal tersebut. Mereka berdakwah di lingkungan tertentu, memiliki gaya komunikasi tersendiri dalam berdakwah, dan mengembangkan komunikasi persuasif untuk mengajak umatnya memahami dan menambah pengetahuan mengenai agama islam. Seperti Das’ad Latif yang berdakwah di lingkungan pejabat, ibu-ibu rumah tangga, bahkan kelompok pengajian yang berani untuk menyampaikan ajaram agama islam dengan gayanya yang selalu ceria. Habib Ja’far yang tertarik melakukan dakwah bersama mereka yang berbeda agama dan keyakinan, mendiskusikan betapa pentingnya memahami toleransi beragama. Sementara Gus Miftah berdakwah untuk kalangan marjinal, dengan perspektif positif bahwa pada dasarnya manusia akan berubah menjadi lebih baik, jika memahami agamanya dengan baik. Ketika da’i tersebut mengembangkan sikap reseptif, selektif, digestif, asimilatif, dan transmitif sebagai sumber informasi dalam berdakwah. Selain itu ketiganya juga melakukan kesiapan, kesungguhan, kepercayaan, ketenangan, keramahan, dan kesederhanaan dalam berdakwah. Mereka juga memiliki kredibilitas dalam memahami ajaran agama islam, dari sisi pengetahuan, pendidikan, dan pengalaman, sehingga keahlian yang dimiliki saat berdakwah dapat dipercaya. Karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui komunikasi persuasif yang digunakan ketika mereka melakukan khutbah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif content analysis, dengan memperhatikan konten-konten dakwah Da’i Das’ad Latif, Habib Ja’far, dan Gus Miftah yang ada di kanal YouTube mereka. Hasilnya, ketiga dai lebih banyak menggunakan komunikasi persuasif dalam bentuk pesan dengan pendekatan humorious, motivasional, emotional, reward appeal, dan fear appeal dengan kapasitas yang berbeda-beda. Alternatif baru yang dimunculkan oleh mereka, yaitu penggunaan komunikasi persuasif dengan menggunakan seni bercerita dalam berdakwah. Kata kunci: komunikasi persuasif, da’i, dakwah, media sosial, YouTube.

Item Type: Kinerja Dosen
Subjects: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Divisions: Fakultas Falsafah dan Peradaban > Ilmu Komunikasi-S1
Depositing User: Mrs Lina Anggraeni
Date Deposited: 01 Aug 2024 07:10
Last Modified: 01 Aug 2024 07:10
URI: http://repository.paramadina.ac.id/id/eprint/1658

Actions (login required)

View Item View Item