Menanti Godot Digital: Krisis Spiritualitas dalam Naskah Waiting for Godot

Azizi, Muhammad Afridho (2026) Menanti Godot Digital: Krisis Spiritualitas dalam Naskah Waiting for Godot. Artikel Karya Ilmiah Mahasiswa.

[img] Text
Muhammad Afridho Azizi-223241010.pdf

Download (581kB)

Abstract

Naskah drama Waiting for Godot karya Samuel Beckett umumnya dibaca dalam kerangka absurditas, eksistensialisme, dan kritik modernitas. Tafsir spiritualitas diajukan sebagai tawaran perspektif baru untuk memdekati teks ini sebagai ekspresi simbolik dari krisis metafisis dan kerinduan akan transendental manusia modern. Konsep menanti dipahami sebagai struktur ontologis eksistensi manusia yang berada dalam penangguhan makna, sedangkan ketidakhadiran dalam hal ini Godot ditafsirkan sebagai simbol absennya pusat spiritual dalam horizon kesadaran modernitas. Pembacaan dibangun melalui dialog konseptual antara metafisika tradisional pemikiran spiritual Seyyed Hossein Nasr dan pendekatan metode interpretasi atas teks yang tawarkan Abdul Hadi W.M., memungkinkan teks dibaca tidak hanya sebagai artefak estetis, tetapi sebagai ruang refleksi spiritual atas keterputusan manusia dari realitas sakral. Dalam khazanah metafisika tradisional, penantian tanpa kehadiran merepresentasikan keterasingan ontologis manusia dari sumber makna transenden, sementara dalam kerangka interpretasi, ketidakhadiran berfungsi sebagai bahasa negatif (via negativa) yang mengisyaratkan Yang Transenden melalui ketiadaan representasi afirmatif. Analisis terhadap struktur naratif, repetisi dialog, simbol-simbol dramatik, serta relasi antar tokoh menunjukkan bahwa eksistensi yang digambarkan Beckett bersifat repetitif, stagnan, dan tidak transformatif. Kondisi ini mencerminkan krisis makna dalam modernitas lebih lanjut, yang menemukan resonansi aktual dalam fenomena kontemporer seperti alienasi digital, nihilisme, krisis identitas, serta kegersangan spiritual dalam masyarakat global dan Indonesia. Dalam perspektif ini, Waiting for Godot tidak hanya menghadirkan absurditas estetis semata, tetapi juga memperlihatkan kerinduan metafisis manusia modern terhadap kehadiran makna yang melampaui dunia imanen. Tafsir spiritualitas diposisikan sebagai interpretatif alternatif yang membuka kemungkinan pembacaan naskah absurd sebagai medium refleksi metafisis dan kritik atas modernitas. Menanti dalam ketidakhadiran dipahami sebagai struktur eksistensial-spiritual manusia kontemporer, sekaligus sebagai ruang refleksi bagi rekonstruksi orientasi makna yang transenden.

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN2000 Dramatic representation. The Theater
Divisions: Fakultas Falsafah dan Peradaban > Islam Madani-S2
Depositing User: Mr. Gilang Musfi Amrullah
Date Deposited: 19 Feb 2026 08:02
Last Modified: 19 Feb 2026 08:02
URI: http://repository.paramadina.ac.id/id/eprint/1989

Actions (login required)

View Item View Item