ANALISIS SENTIMEN DAN OPINI PUBLIK: EVALUASI KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TIM KEPRESIDENAN @PCO.RI DALAM MENANGANI KONTROVERSI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)

Yuniarti, Tatik and Andriza, Bramadya ANALISIS SENTIMEN DAN OPINI PUBLIK: EVALUASI KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TIM KEPRESIDENAN @PCO.RI DALAM MENANGANI KONTROVERSI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG). [Kinerja Dosen]

[img] Text
ANALISIS SENTIMEN DAN OPINI PUBLIK _TATIK.BRAMpdf.pdf

Download (342kB)

Abstract

In the fast-paced digital era, negative issues can spread widely and affect the government’s image within hours. This study aims to analyze the communication strategies and tactics used by the Presidential Communication Team in addressing negative issues related to the Free Nutritious Meals (Makan Bergizi Gratis/MBG) program and to measure their effectiveness in managing public opinion. The method employed is qualitative content analysis of feed posts, reels, and comments on the Instagram account @pco.ri during the January–May 2025 period. The unit of analysis includes all uploaded content and public responses related to the MBG program, considering that the program was initiated in 2025.The results indicate that public sentiment is predominantly neutral (48%), followed by positive (36%) and negative (16%) sentiments. The findings also show that communication through the @pco.ri account is not sufficiently responsive, particularly toward negative comments, which suggests that the MBG program continues to receive critical reactions from the public.This study contributes to the Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi. Volume 11, No. 1, 2026, hlm 200-215Journal Homepage : http://jurnalilmukomunikasi.uho.ac.id/index.php/journal/indexDOI : http://dx.doi.org/10.52423/jikuho.v11i1.1982201monitoring of crisis communication in the Prabowo administration through social media. In conclusion, the MBG program requires further evaluation due to the emergence of various problems and controversies. Enhancing the level of interaction and responsiveness in government social media communication is essential to build stronger relationships with the public and to foster a more positive image of the program.Keywords Free Nutritious Meals, Government Communication, MBG, Public Opinion, Virtual EthnographyPendahuluanProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pasangan Presiden-Wakil Presiden, Prabowo-Gibran telah mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi di Indonesia. Program ini dilaksanakan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/ sederajat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di seluruh wilayah kabupaten/kota (BGN, 2025). Program MBG bertujuan meningkatkan status gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita melalui penyediaan makanan bergizi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Program ini juga memprioritaskan sosialisasi dan edukasi gizi untuk Masyarakat. Penelitian (Desiani & Syafiq, 2024) menunjukkan dari hasil studi tentang makan bergizi gratis yang dianalisis dari 2024-2024 menunjukkan bahwa program seperti ini dapat meningkatkan nutrisi yang baik untuk anak.Seperti diberitakan (Kontan, 2025) Presiden Prabowo Subianto menyatakan setiap anak Indonesia dipastikan mendapatkan akses makanan bergizi. Program MBG menurutnya menjadi investasi masa depan untuk Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam keterangan pers yang dirilis oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) (Rafie, 2025). Peluncuran pertama diluncurkan di Kebumen pada 17 Februari 2025. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Dandim Kebumen dan Kepala Dinas Kesehatan setempat. Pada peluncuran tersebut, makanan bergizi disalurkan ke beberapa sekolah, dengan total porsi yang didistribusikan mencapai ratusan.Dalam jangka panjang program ini direncanakan untuk terus berkembang dan mencakup lebih banyak sekolah serta daerah. Setiap dapur sehat diharapkan dapat memroduksi hingga 3000 porsi makanan bergizi dengan jangkauan maksimal 5 km. Menu makanan tersebut akan bervariasi setiap harinya untuk memastikan keberagaman gizi yang diterima oleh anak-anak (BGN, 2025).Namun program MBG tersebut menghadapi berbagai kontroversi, termasuk masalah kualitas makanan, potensi penyalahgunaan, dan keracunan. Meskipun ada dukungan untuk inisiatif ini, banyak pihak mengkhawatirkan efektivitas dan perencanaan yang lemah, serta dampak ekonomi yang ditimbulkan dari program tersebut. Masalah terkait program MBG tersebut meliputi anggaran dan keterbatasan; kualitas makanan dan distribusi; dampak sosial dan ekonomi. Berdasarkan hasil reportase, permasalahan anggaran untuk program MBG sebesar Rp 71 triliun hanya cukup hingga Juni 2025, dan untuk tahun penuh diperlukan Rp 420 triliun (Tempo, 2025). Selain itu keterbatasan dana menjadi masalah utama, dengan pemerintah berencana mengajukan tambahan anggaran Rp 140 triliun untuk sisa tahun 2025. Pengamat politik menilai bahwa perencanaan program MBG tersebut lemah dan berisiko tinggi, terutama jika tidak ada evaluasi menyeluruh.

Item Type: Kinerja Dosen
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Falsafah dan Peradaban > Ilmu Komunikasi-S2
Depositing User: Dr Tatik Yuniarti
Date Deposited: 11 Feb 2026 02:09
Last Modified: 11 Feb 2026 02:09
URI: http://repository.paramadina.ac.id/id/eprint/1961

Actions (login required)

View Item View Item